Pergeseran Perilaku Akibat Sosial Media?

25 Sep 2017

Sumber : Google

 

 

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna diantara makhluk hidup ciptaan tuhan lainnya, manusia diberi akal pikiran untuk bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Tapi perilaku manusia cenderung terpengaruh oleh faktor - faktor lingkungan sekitar sehingga menjaga suasana lingkungan yang baik itu pentin. Jika kita sering bergaul dengan penjual parfum sedikit banyak kita juga wangi parfum, kalau kita selalu bergaul dengan pemabuk tentu nggak sedikit masyarakat mengira bahwa kita juga tukang mabuk padahal nggak.

 

 

Di jaman kekinian ini siapa sih yang nggak punya akun media sosial? Ada Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, BBM, WA, Telegram, Line, apalagi name it! Ada buaaaanyaak sekali jejaring sosial media. Hadirnya media sosial memberi dampak positif salah satunya kita bisa mendapat berita / kabar terbaru dari seluruh penjuru dunia hanya dengan membuka sosial media, tapi medsos juga memberi dampak yang buruk bagi kita semua.

 

 

Lalu apa hubungannya rasa kemanusiaan dengan sosial media? Ada, pernah denger seseorang selfie atau bahkan live streaming saat terjadi kebakaran? Nah itu baru salah satu pergeseran perilaku generasi melenial masa kini dan masih banyak lagi kasusnya. Entah apa yang ada dibenak mereka? Mereka lebih memilih mengabadikan moment tersebut dibandingkan dengan menolong? Seolah - olah mereka yang tertimpa musibah adalah sebuah obyek yang sayang dilewatkan untuk di foto? Ada kebakaran difoto, ada kecelakaan difoto, ada ini difoto, ada itu difoto dan sebagainya. Harusnya mereka yang kebetulan di tempat kejadian menolong terlebih dahulu baru kemudia bisa mengupload atau share berita di media sosial untuk sekedar minta netizen ikut mendoakan korban cepat pulih kan semakin banyak yang mendoakan semakin baik.

 

 

Tapi sekarang kebalik, mungkin mereka berfikir “ah udah ada yang nolong ini” atau ” males ah urusan ama polisi mending gua share ke medsos aja” dll. Meski sudah ada yang menolong setidaknya kita nggak ngebebani, misal ada kebakaran hebat kemudian mereka cuma bengong aja cekrek sana - sini kayak wartawan sedangkan orang - orang sekitar berjibaku menjinakkan api, kalo memang kita nggak mau ngebantu ikut mindahin barang misal ya mending minggir aja jauh - jauh dari tempat kejadian biar pemadam juga lebih leluasa memadamkan api. Ada lagi contoh kasus pergeseran moral, niatnya baik yaitu ingin menshare berita supaya sanak saudara korban cepat mendapatkan kabar dan menjadi pengingat kita semua untuk lebih berhati - hati.

 

 

 

Saya sangat menyayangkan mengapa mereka harus menshare distrubing picture se-vulgar itu? Apakah mereka nggak mikirkan bagaimana perasaan keluarga yang ditinggalkan? Ini bagai jatuh tertimpa tangga, sudah kehilangan anggota keluarga eh malah foto - foto korban yang nggak layak untuk disebarkan malah jadi konsumsi publik tanpa filter . Harusnya kalau memang ingin disebarkan setidaknya kita blur dulu lah bagian - bagian yang kurang pantas untuk disebarkan. Soalnya saya menemukan buanyaaaak sekali teman terutama di Facebook yang share disturbing picture, ini bukan masalah jijik atau bagaimana! Ini masalah pantas atau nggak ? 

 

 

Saya heran mereka yang dengan sengaja menshare gambar seperti itu tanpa blur alias filter kok tega ya? Menurut kalian gimana? Terima kasih sudah membaca 😊


TAGS Kemanusiaan pergeseran perilaku sosmed pola pikir


-

Author

Follow Me